Ada kisah dua anak laki – laki. Mereka berdua
kakak beradik, dan sangat rajin menjalankan puasa sunah senin – kamis. Suatu
ketika saat adzan maghrib berkumandang, syukur terucap dan rasa bangga tercipta
teriring adzan maghrib berkumandang. Mereka bergegas menuju dapur yang sudah
dihidangkan sirup susu madu buatan ibu. Hemmmm,….. sirup buatan ibu membuat
rasa dahaga mereka hilang.
“Dik, mau
ngapain? Ayo sholat dulu” Kata kaka yang melihat adik mengambil piring dari dalam
rak yang terpojok didapur rumah. Adik, terdiam sedikit malu. Namun dalam
hatinya, rasa lapar telah singgah didirinya. Sehingga ia ingin cepat – cepat
melahap nasi dengan lauk pauk yang menggoda itu. “Nanti dulu makannya dik, kita
shalat maghrib dulu, ayo kita shalat” Sambung kakak berusaha menghentikan si
adik yang masih berdiri dengan piring ditangannya. Kemudian kakak menuju masjid
dengan harapan sang adik mengikuti dibelakangnya.
Setelah shalat
berjamaah telah usai dilaksanakan dimasjid, ternyata adik masih asyik dengan
makanan berat pembukanya.
“Asalamualaikum
warohmatullahi wabarakatuh”
“Wa’alikummusalam
warohmatullahi wabaraktuh” jawab ibu, dan adik dengan sedikit merenges dengan
piring berisi nasi dan lauk pauknya. Hehehehe ternyata si adik bandel ya !! disuruh
shalat, malah makan dulu. Akhirnya adik melaksanakan shalat maghrib tidak
dimasjid dan tidak berjamaa’ah. Melainkan, ia shalat sendiri dikamar.
Saat adik keluar
kamar usai melaksanakan ibadah shalat maghrib, terlihat kakak yang sedang
menyantap makanan lezat kiriman dari tetangga sebelah. “Kenapa nak? Kamu masih
lapar? Ada dirak makan sana nak, kalo kamu mau masih ada” Kata ibu
berbicara kepada sang adik. Dalam hati si adik berkata “Yah, Sebenarnya itu
makanan kesukaan aku, tapi tadi sudah makan dan banyak yang ku makan tadi.
Kalau aku makan lagi, pastinya kenyang perutku ini.” Sang kakak sedikit meledek
dengan senyuman meyindir diwajah.
“Makannya dik,
kakak bilang juga apa. Shalat dulu, baru makan. Toh makanan ga akan habis atau
hilang jika hanya ditinggal shalat kan.
Justru, nih buktinya kakak dapat nikmat yang alhamdulillah sangat enak.
Meskipun masakan ibu gak kalah enaknya, tapi kamu tetap mau kan sebenarnya” Ledek si kakak kepada
adiknya.
“Iya kak, aku
masih mau, tapi aku rasa perut ade udah ga bisa nampung makanan lagi”
Ibu dan kakak
yang duduk diruang tamu, tersenyum karena pengakuan si adik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar